Tahapan Speed-Cubing untuk Rubik 3x3x3

Proyek selanjutnya akan saya share visualisasi tahapan Speed-Cubing untuk Rubik 3x3x3.

Ada 4 (empat) tahap “CFOP” Speed-Cubing Rubik 3x3x3 yang saya ikuti, karena nalar dan sudah jamak:

  • Cross (tahap menghasilkan “+”) :  Menempatkan 4 (empat) tepi lapis pertama pada posisi dan hadapannya [belum done 3x3x1 karena don’t care pojok-pojok lapis pertama]
  • F2L (First 2 Layers) :  Menempatkan 4 (empat) pasangan tepi lapis kedua dan pojok lapis pertama pada posisi (slot) dan hadapannya [langsung done 3x3x2]
  • OLL (Orientating Last Layer) :  Membenarkan hadapan tepi-tepi dan pojok-pojok lapis ketiga yang masih flip dan terpuntir tanpa pusing dengan kebenaran posisinya (belum done 3x3x3, tapi semua tepi dan pojok lapis ketiga tersebut sudah menghadap ke atas)
  • PLL (Permutating Last Layer) :  Membenarkan posisi tepi-tepi dan pojok-pojok lapis ketiga tanpa berakibat pada hadapannya (akhirnya done 3x3x3)

Speed-CubingCFOP” (Cross, F2L, OLL, PLL) dipopulerkan oleh ‘srikandi’ maestro Rubik  Jessica Fridrich.

So, sabar ya… 😉 Sementara nunggu tulisannya released, silakan lanjut baca-baca dulu 3 (tiga) tahap solusi klasik “LBL” (Layer-By-Layer) lapis-demi-lapis yang tulisan-tulisannya sudah saya released sebelumnya di bawah…

Untuk sementara, paling tidak Rekan-rekan sudah mulai akrab dengan istilah solusi cepat Rubik “CFOP” selain solusi klasik “LBL“.

3 Mei 2010 at 08:42 6 komentar

Tahap #3 Solusi Rubik’s Cube

Bagaimana sejauh ini, latihan Tahap #1 dan Tahap #2 ?

Sekarang kita akan memasuki tahap terakhir (tahap #3) solusi Rubik’s Cube yang algoritma-algoritma putarannya tentu hanya fokus pada lapis ter-atas; lapis bawah dan tengah sudah kelar tidak untuk diubah lagi.

Hanya ada 2 kelompok algoritma pokok :

  • Pergerakan segi-tiga tepi (bahasa kerennya 😉  edge 3-cycle)
  • Pergerakan segi-tiga pojok (corner 3-cycle)

1. Pergerakan segi-tiga tepi (edge 3-cycle) :

CW_3edge_inCCW_3edge_in

Efek algoritma edge 3-cycle ini, disamping pergerakan segi-tiga tepi, utamanya adalah puntiran pojok-pojoknya yang bisa diperhatikan sebagai berikut :

CW_rotate3cor_inCCW_rotate3cor_in

Lha, “jurus puntiran pojok” inilah yang akan sering kita gunakan dalam solusi tahap#3. Ketemu “pola ikan” seperti itu dan pojok-pojoknya sudah benar pada tempatnya, tetapi terpuntir, sikat saja dengan “jurus puntiran pojok” edge 3-cycle ini.

2. Pergerakan segi-tiga pojok (corner 3-cycle) :

CW_3corner_inCCW_3corner_in

Oh ya, ingat gambar-gambar di atas adalah nampak atas / Up lapisan teratas Rubik’s Cube yang dibidik algoritma-algoritma solusi tahap #3.

Sekarang saatnya kita lanjut menyelesaikan Rubik’s Cube yang sampai dengan tahap #2 sudah kelar hingga lapis kedua [done 3x3x2] berikut ini :

toStep3s

atau apabila dilihat dari sisi Hijau (berseberangan Biru) sebagai berikut :

step3_v1b

Sebenarnya bisa saja saya langsung terapkan algoritma untuk flip orientasi 2 tepi supaya sisi atas Kuning jadi. Tapi langkah tersebut tidak saya lalui, karena toh masih harus kerja lagi membereskan pojok-pojok yang belum benar pada posisinya.

Kita mau bereskan lokasi pojok-pojoknya terlebih dahulu, karena nampak hanya satu (pojok Kuning-Orange-Hijau) yang sudah benar; tiga pojok lainnya masih meleset tempatnya. Karena melesetnya seperti itu, maka algoritma yang kita gunakan adalah corner 3-cycle searah jarum jam (dalam hal ini  sisi Hijau adalah Front; sisi Merah adalah Left) sebagai berikut :

step3_v1b_go R L’ U R’ U’ L U R U’ R’

Jadilah pojok-pojoknya sebagai berikut (jangan pusing koq sisi Kuningnya masih “berantakan” gitu 😉 yang penting posisi pojok-pojoknya sudah benar pada tempatnya) :

step3_v2

Cita-citanya mau dapat “pola ikan”… Karena belum dapat dan untuk itu hanya perlu satu pojok yang warna atasnya benar, maka selebihnya harus rela kita puntir menggunakan “jurus puntiran pojok” sebagai berikut :

step3_v2_go R U R’ U R U2 R’ U2

Sehingga selangkah demi selangkah mencapai “pola ikan” sebagai berikut :

step3_v3

Wah, untuk menjadikan “pola ikan”, ternyata saya belum bagi algoritma untuk flip orientasi 2 tepi sebagai berikut :

CW_3edge-flipCCW_3edge-flip

Masih sisi Hijau sebagai Front dan sisi Merah sebagai Left, maka untuk mendapatkan “pola ikan”, kita terapkan algoritma yang searah jarum jam sebagai berikut :

step3_v3_go L R’ F L’ R U2 L R’ F L’ R

Akhirnya didapat hasil “pola ikan” sebagai berikut :

step3_v4step3_v4b

Dua gambar di atas itu sama saja…  Gambar yang berikutnya hanya dilihat dari sisi berseberangan sehingga sisi Biru adalah Front dan sisi Oranye adalah Left.

Selanjutnya dipilih “jurus puntiran pojok” berlawanan arah jarum jam sebagai berikut :

step3_v4b_go L’ U’ L U’ L’ U2 L U2

Sehingga sisi atas warnanya sudah benar semua (hanya 3 tepinya belum pada tempatnya… sabar tinggal sedikit lagi 🙂 ) sebagai berikut :

step3_v5step3_v5b

Dua gambar di atas itu sama saja…  Gambar yang berikutnya hanya dilihat dari sisi berseberangan sehingga sisi Hijau adalah Front dan sisi Merah adalah Left.

Kita hampir mencapai solusi Rubik’s Cube, namun lagi-lagi ternyata saya masih harus bagi bonus algorima  Solusi Tahap #3 yang bisa menggerakkan 3 tepi tanpa efek flip (dari Zhuang Haiyan) sebagai berikut :

CW_3edge-noflipCCW_3edge-noflip

Algoritma ini relatif lebih efisien putaran dibandingkan paduan 2 algoritma “ikan” yang juga bisa menghasilkan gerakan 3 tepi tanpa efek flip. Perihal otak-atik memadukan 2 algoritma untuk mencapai perubahan yang diinginkan, akan saya bahas dalam tulisan yang lain… Ada kalanya saya blank untuk mengingat 1 algoritma yang lebih efisien :p (seperti yang sudah dibagikan oleh Zhuang Haiyan tersebut), sehingga saya terapkan paduan 2 algoritma yang sudah luar kepala saya ingat, untuk menghasilkan perubahan yang diinginkan.

OK lanjut… Nah, akhirnya sampailah kita pada saat yang membahagiakan dengan selamat sentosa… (halah seperti Pembukaan UUD45 saja 😉 )  untuk menyelesaikan Rubik’s Cube menggunakan algoritma di atas yang berlawanan arah jarum jam (dengan Hijau Front, Merah Left) sebagai berikut :

step3_v5b_go R U’ R U R U R U’ R’ U’ R2

Sehingga selesai sudah solusi tahap #3 Rubik’s Cube sebagai berikut [done 3x3x3] :

done3x3x3s

Terimakasih atas perhatiannya sampai selesai tahap #3 Rubik’s Cube. Maaf, mungkin ada di antara Anda yang menganggap tulisan-tulisan saya ini dari awal tahap #1 sampai dengan tahap #3 adalah terlalu mudah/konvensional, berarti Anda sudah termasuk tingkat lanjut… Semoga saya bisa release tulisan-tulisan berikutnya untuk tingkat lanjut solusi Rubik’s Cube… Yuk, kita terus berlatih 🙂

We’re not a loser nation… We’re not afraid… Indonesia unite!

(c) 2009 by Joko Imananto


4 Oktober 2009 at 13:52 10 komentar

Tahap #2 Solusi Rubik’s Cube

Akhirnya, inilah tahapan selanjutnya… Solusi Tahap#2 Rubik’s Cube yang bertujuan menjadikan dua lapis selesai (done 3x3x2).

Berbeda dengan Solusi Tahap#1 yang terdapat banyak kemungkinan pergerakan “antar-jemput” (istilahnya saya 🙂 ) ,  pada Solusi Tahap#2 ini “hanya” ada 2 (dua) jenis algoritma (rentetan pergerakan putaran) untuk semua kemungkinan pergerakan tepi lapis tengah (yang hasilnya tidak merusak lapis pertama yang sudah kelar dari Solusi Tahap#1) :

  • U’ L’ U L U F U’ F’ untuk pindahkan ke tepi kiri tengah
  • U R U’ R’ U’ F’ U F untuk pindahkan ke tepi kanan tengah

Nah, lo… apaan tuh?! 😉  Sebaiknya mulai sekarang, saya harus perkenalkan notasi pergerakan putaran poros Rubik’s Cube.  Secara “akademis” :p notasi ini disebut  Singmaster notation (oleh David Singmaster) yang berguna hingga tahap lanjut Speed Cubing.

Rubik_frontR

Yang maknanya adalah ketika Rubik’s Cube diputar sisi depannya, maka tentunya ada 2 (dua) kemungkinan putaran; searah atau berlawanan arah jarum jam. Besar sudut putaran pun ada 2 (dua) kemungkinan; 90 derajat atau 180 derajat. Oleh karena satu putaran penuh itu 360 derajat, maka putaran 180 derajat searah jarum jam sama halnya dengan putaran 180 derajat berlawanan arah jarum jam. Digunakan notasi huruf F (dari kata Front) untuk melambangkan gerakan putaran sisi depan, yang dapat diringkas dalam 3 (tiga) jenis putaran sebagai berikut :

  • F :  putaran sisi depan searah jarum jam sebesar 90 derajat
  • F ‘ :  (F aksen) putaran sisi depan berlawanan jarum jam 90 derajat
  • F 2 :  (F pangkat 2) putaran sisi depan sebesar 180 derajat

Begitu seterusnya, analog untuk sisi-sisi yang lainya…

Rubik_upR

Rubik_leftR

Dan seterusnya, untuk sisi-sisi kanan (Right), bawah (Down), dan belakang (Back). Total ada 6 (enam) sisi, sedangkan untuk setiap sisinya ada 3 (tiga) jenis gerakan putaran, sehingga “cukup” ada 18 (delapan belas) jenis putaran yang dapat dirangkum notasinya sebagai berikut :

  • Atas          :  U , U ‘ , U2
  • Kiri            :  L , L ‘ , L2
  • Kanan       :  R , R ‘ , R2
  • Depan       :  F , F ‘ , F2
  • Belakang  :  B , B ‘ , B2
  • Bawah       :  D , D ‘ , D2

OK, mari lanjut untuk solusinya… Masih ingat kan posisi terakhir Rubik’s Cube pada Solusi Tahap#1 sebelumnya sebagai berikut :

Step2_v1

Atau, apabila dilihat dari sisi atas Kuning (sisi beseberangan Putih yang sudah kelar) nampak sebagai berikut :

step2_v1b

Untuk mencapai tujuan lapis kedua beres, satu-persatu kita benarkan tepi-tepi pada lapis tengah; yang dalam hal ini adalah perpindahan dari tepi atas tengah ke tepi kiri tengah sebagai berikut :

step2_v1b_goR

Anggap sisi Hijau adalah depan (Front), sisi Merah adalah kiri (Left), dan sisi Kuning adalah atas (Up), maka algoritma yang dipakai adalah algoritma pertama yang saya sebut di awal tulisan ini (pindah ke tepi kiri tengah) :

U’ L’ U L U F U’ F’

yang bermakna putaran-putaran berurutan sebagai berikut :

  1. sisi atas putar berlawanan arah jarum jam 90 derajat
  2. sisi kiri putar berlawanan arah jarum jam 90 derajat
  3. sisi atas putar searah jarum jam 90 derajat
  4. sisi kiri putar searah jarum jam 90 derajat
  5. sisi atas putar searah jarum jam 90 derajat
  6. sisi depan putar searah jarum jam 90 derajat
  7. sisi atas putar berlawanan arah jarum jam 90 derajat
  8. sisi depan putar berlawanan arah jarum jam 90 derajat.

Sehingga “tra-ta-ta…” 🙂  didapatlah hasil sebagai berikut :

step2_v2

Sampai di sini, lapis kedua belumlah selesai; masih ada tepi-tepi pada lapis tengah yang belum beres…  Kan apabila disimak, total ada 4 (empat) tepi lapis tengah…

OK, kita lanjutkan untuk membereskan tepi-tepi lapis tengah yang lain… Dari hasil sebelumnya coba kita cari dan tengok sisi Biru (sisi berlawanan Hijau) sebagai berikut :

step2_v2b

Ketemulah tepi tengah yang harus diposisikan secara benar ke lapis tengah dengan pergerakan sebagai berikut :

step2_v2b_go

Jadikan sisi Biru adalah depan (Front), sisi Oranye adalah kiri (Left), dan sisi Kuning adalah tetap atas (Up), maka algoritma yang dipakai adalah algoritma pertama yang saya sebut di awal tulisan ini (pindah ke tepi kiri tengah) :

U’ L’ U L U F U’ F’

yang bermakna putaran-putaran berurutan sebagai berikut :

  1. sisi atas putar berlawanan arah jarum jam 90 derajat
  2. sisi kiri putar berlawanan arah jarum jam 90 derajat
  3. sisi atas putar searah jarum jam 90 derajat
  4. sisi kiri putar searah jarum jam 90 derajat
  5. sisi atas putar searah jarum jam 90 derajat
  6. sisi depan putar searah jarum jam 90 derajat
  7. sisi atas putar berlawanan arah jarum jam 90 derajat
  8. sisi depan putar berlawanan arah jarum jam 90 derajat.

Sehingga didapatlah hasil sebagai berikut :

step2_v3

Satu demi satu tepi lapis tengah sudah pada posisinya…  Coba kita cari dan tengok lagi sisi Hijau (sisi berlawanan Biru) sebagai berikut :

step2_v3b

Ketemulah tepi tengah yang harus diposisikan secara benar ke lapis tengah dengan pergerakan sebagai berikut :

step2_v3b_go

Jadikan sisi Hijau adalah depan (Front), sisi Oranye adalah kanan (Right), dan sisi Kuning adalah tetap atas (Up), maka algoritma yang dipakai adalah algoritma kedua yang saya sebut di awal tulisan ini (pindah ke tepi kanan tengah) :

U R U’ R’ U’ F’ U F

yang bermakna putaran-putaran berurutan sebagai berikut :

  1. sisi atas putar searah jarum jam 90 derajat
  2. sisi kanan putar searah jarum jam 90 derajat
  3. sisi atas putar berlawanan arah jarum jam 90 derajat
  4. sisi kanan putar berlawanan arah jarum jam 90 derajat
  5. sisi atas putar berlawanan arah jarum jam 90 derajat
  6. sisi depan putar berlawanan arah jarum jam 90 derajat
  7. sisi atas putar searah jarum jam 90 derajat
  8. sisi depan putar searah jarum jam 90 derajat.

Sehingga didapatlah hasil sebagai berikut :

step2_v4

Belum kelar… sabar… 🙂  Ingat, kan totalnya ada 4 tepi lapis tengah (dengan cara konvensional, ya maksimal bisa 4 kali)… Lagi-lagi coba kita cari dan tengok sisi Biru (sisi berlawanan Hijau) sebagai berikut :

step2_v4b

Ketemulah tepi tengah yang harus diposisikan secara benar ke lapis tengah dengan pergerakan sebagai berikut :

step2_v4b_go

Jadikan sisi Biru adalah depan (Front), sisi Merah adalah kanan (Right), dan sisi Kuning adalah tetap atas (Up), maka algoritma yang dipakai adalah algoritma kedua yang saya sebut di awal tulisan ini (pindah ke tepi kanan tengah) :

U R U’ R’ U’ F’ U F

yang bermakna putaran-putaran berurutan sebagai berikut :

  1. sisi atas putar searah jarum jam 90 derajat
  2. sisi kanan putar searah jarum jam 90 derajat
  3. sisi atas putar berlawanan arah jarum jam 90 derajat
  4. sisi kanan putar berlawanan arah jarum jam 90 derajat
  5. sisi atas putar berlawanan arah jarum jam 90 derajat
  6. sisi depan putar berlawanan arah jarum jam 90 derajat
  7. sisi atas putar searah jarum jam 90 derajat
  8. sisi depan putar searah jarum jam 90 derajat.

Sehingga didapatlah hasil sebagai berikut :

step3_v1

Siiip… 😀  beres sudah 2 (dua) lapis Rubik’s CubeDone 3x3x2.

toStep3s

Next, tinggal membereskan lapis teratas menggunakan Solusi Tahap#3 Rubik’s Cube.  Sabar ya, menunggu tulisannya saya terbitkan… 🙂

Terimakasih apabila bersedia membaca sampai baris ini… Semoga bermanfaat bagi yang memiliki Rubik’s Cube dan berkemauan terus berlatih… Bagi yang belum memiliki Rubik’s Cube, bisa hunting barang aslinya di Gramedia (pernah saya jumpai di Gramedia Grand Indonesia).  Salam Indonesia unite!

(c) 2009 by Joko Imananto

6 September 2009 at 07:38 2 komentar

Tahap #1 Solusi Rubik’s Cube

Memenuhi janji saya dalam tulisan-tulisan sebelumnya tentang solusi Rubik’s Cube (permainan kubus ajaib), berikut saya uraikan tahap pertama dari total 3 tahap solusi konvensional untuk pemula.

Harap selalu diingat 3 posisi relatif sisi-sisi berseberangan original Rubik’s Cube:

  • WBRs_RubiksSisi Putih berseberangan dengan sisi Kuning
  • Sisi Merah berseberangan dengan sisi Oranye
  • Sisi Biru berseberangan dengan sisi Hijau

Sisi-sisi berseberangan itu tetap tidak bisa berubah dan itu terwakili dengan kotak-kotak yang tengah. Semua 8 pojok dan 12 tepi bisa berubah acak, tapi hal itu tidak terjadi pada 6 kotak tengah (total semuanya ‘hanya’ 26).

Solusi konvensional Rubik’s Cube ada 3 tahap:

  • Tahap #1 :  menyelesaikan satu sisi warna dengan kondisi semua 4 pojok dan semua 4 tepi harus sudah benar pada tempatnya; sisi yang sudah selesai, layaknya pondasi diletakkanlah di sisi bawah [done 3x3x1]
  • Tahap #2 :  membenarkan posisi semua 4 tepi pada lapis kedua/tengah  [done 3x3x2]
  • Tahap #3 :  membenarkan posisi semua 4 pojok atas dan semua 4 tepi atas  [completely done 3x3x3]

Step1_v1Berikut saya ulas mulai Tahap #1 dengan ilustrasi gambar. Katakanlah kita dihadapkan pada Rubik’s Cube yang teracak seperti ini. Kita bebas menentukan sisi mana yang terlebih dahulu digarap. Saya pilih warna Putih karena relatif banyak yang sudah benar pada tempatnya (dalam case ini perhatikan 3 warna Putih diagonal pada sisi atas).

Step1_v1b

|

|

Untuk meyakinkan putaran-putaran yang akan dilakukan, saya coba tengok sisi bersebarangan Putih (warna Kuning) yang ternyata demikian.

Step1_v1_go

|

|

|

|

Sehingga yakinlah saya, kali pertama akan melakukan perpindahan tepi (bawah depan ke atas depan) demikian.

|

Nah, mulailah dinalar langkah-langkah putarannya dengan filosofi sebagai berikut:

  • dilakukan penjemputan
  • ada kalanya yang dijemput perlu minggir dahulu ke sisi aman, supaya tidak kena libas putaran penjemput

Step1_v1_s

Jadi, langkah-langkah putarannya seperti demikian ini.

|

|

|

|

|

Putaran 1 (“yang dijemput minggir dahulu, supaya tidak kena libas putaran”)

Step1_v1_s1

|

|

|

|

|

Putaran 2 (“penjemputan”):

Step1_v1_s2

|

|

|

|

|

Putaran 3 (“yang dijemput menghampiri penjemput”):

Step1_v1_s3

|

|

|

|

|

Putaran 4 (“penjemput dan yang dijembut kembali ke pos”):

Step1_v1_s4|

|

|

|

|

*Perpindahan pertama done

Step1_v2_goSelanjutnya, dipilih perpindahan kedua (tepi depan kiri ke tepi atas kanan). Ingat, bahwa tepi Oranye berseberangan dengan Merah.

|

|

|

|

|

Filosofinya langkah-langkah putarannya selalu sama (“penjemputan”) demikian. Step1_v2_s

|

|

|

|

|

|

|

Putaran 1 (“penjemputan”):

Step1_v2_s1 Dan coba saya tengok dari sisi berseberangan Biru (Hijau) untuk cek “penjemput” (pojok Putih Biru)Step1_v2_s1b

|

|

|

|

|

Putaran 2 (“yang dijemput manghampiri penjemput”):

Step1_v2_s2|

|

|

|

|

|

Putaran 3 &4 (“penjemput dan yang dijembut kembali ke pos”):

Step1_v2_s3Step1_v2_s4

*Perpindahan kedua done

Step1_v3_goUntuk selanjutnya, dari hasil sebelumnya dilihat pada sisi seberang Merah yakni Oranye, sehingga didapat perpindahan ketiga (tepi kiri depan ke tepi kiri atas) demikian.

|

|

|

|

|

Step1_v3_sDengan filosofi langkah-langkah putarannya selalu sama (“menyingkir dahulu, penjemputan, kembali ke pos”) demikian.

|

|

|

|

|

Putaran 1 (“yang dijemput minggir dahulu, supaya tidak kena libas putaran”):

Step1_v3_s1|

|

|

|

|

|

Putaran 2 (“penjemputan”):

Step1_v3_s2|

|

|

|

|

|

Putaran3 (“yang dijemput manghampiri penjemput”):

Step1_v3_s3|

|

|

|

|

|

Putaran 4 (“penjemput dan yang dijembut kembali ke pos”):

Step1_v3_s4|

|

|

|

|

*Perpindahan ketiga done

Step1_v4bUntuk meyakinkan perpindahan selanjutnya, coba saya tengok sisi bawah/ berseberangan Putih (warna Kuning) dimana pojok Putih kanan bawah berada. Ternyata itu pojok Putih Merah.

|

|

|

|

|

Step1_v4_goSehingga, untuk perpindahan keempat  adalah demikian (pojok kanan bawah sisi depan ke pojok kiri atas sisi atas).

|

|

|

|

|

|

Step1_v4_sFilosofinya langkah-langkah putarannya selalu sama (”penjemputan”) demikian.

|

|

|

|

|

|

Putaran 1 (“penjemputan”):

Step1_v4_s1|

|

|

|

|

|

Putaran 2 (“yang dijemput manghampiri penjemput”):

Step1_v4_s2Step1_v4_s2bDan coba saya tengok sisi berseberangan Oranye (Merah) untuk cek bahwa “yang dijemput dan penjemput” sudah berkumpul. Ternyata sudah…

|

Putaran 3 (“penjemput dan yang dijembut kembali ke pos”):

Step1_v4_s3b|

|

|

|

|

*Perpindahan keempat done

Step1_v5_goAkhirnya, perpindahan penutup (tepi kanan sisi depan ke tepi kiri sisi atas serta pojok kanan bawah sisi depan ke pojok kiri atas sisi atas) seketika bisa dilihat demikian.

|

|

|

|

|

Step1_v5_sAda 2 kotak yang harus dipindahkan. Bisa sekaligus atau satu-satu; selalu dengan filosofi “penjemputan”. Saya pilih perpindahan untuk dua kotak sekaligus…

Oh ya, ingat kembali bahwa sebenarnya poros putar Rubik’s Cube cukup ada 6. Putaran tengah, sama saja dengan putaran relatif sisi-sisi pinggirnya. Putaran tengah dan salah satu sisi, sama saja dengan putaran sisi yang lainnya… Tapi, selalu “ada banyak jalan menuju Roma” dan untuk enak nalarnya, pada kesempatan ini sengaja saya peragakan ada putaran poros di tengah serta putaran poros di tengah dengan salah satu sisi.  Kelak akan saya ajak memahami notasi tingkat lanjut dengan cukup menggunakan 6 poros putar (depan, kiri, kanan, belakang, atas, bawah).

OK, lanjut kembali menuju solusi final Tahap #1.

Putaran 1 (“penjemputan”):

Step1_v5_s1|

|

|

|

|

|

Putaran 2 (“yang dijemput menghampiri penjemput”):

Step1_v5_s2DStep1_v5_s2ban coba saya tengok sisi berseberangan Oranye (Merah) untuk cek bahwa “yang dijemput dan penjemput” sudah berkumpul. Ternyata sudah…

|

Putaran 3 &4 (“penjemput dan yang dijembut kembali ke pos”):

Step1_v5_s3Step1_v5_s4

|

|

|

|

|

*Perpindahan kelima done

Tahap #1 done [3x3x1]

Untuk siap ke solusi Tahap #2, sisi yang sudah selesai (dalam hal ini Putih) ibarat pondasi rumah, kita letakkan di bawah.

Step2_v1

Cukup sampai di sini ulasan solusi Tahap #1. Semoga meng-inspirasi Rekan-rekan. Selamat berlatih… 🙂

Terimakasih apabila Rekan-rekan juga berkenan memberikan umpan-balik… Sambil menunggu tulisan tahap-tahap solusi berikutnya tayang, silakan baca tulisan-tulisan saya yang lain (di bawah atau click tautan-tautan di kolom kanan).  We’re not a loser nation… We’re not afraid… Indonesia unite!

(c) 2009 by Joko Imananto

23 Agustus 2009 at 06:00 6 komentar

Kelana Intelektual #2

Kali ini perkenankan saya sedikit share pengalaman training CDMA (Code Division Multiple Access) di USA. Sebenarnya training CDMA ini diawali terlebih dahulu di pusdiklat Telkom Bandung sebelum dilanjutkan ke USA. Ketika itu medio tahun 1997 dan total waktu trainingnya adalah 4 bulan.

Sesuai kesiapan materi, pengajar, dan perangkat, di USA kami hanya berpindah di 2 kota: Orlando Florida dan Columbus Ohio.

1997myLucent_wpKami mempelajari sistem Lucent Technologies (sebelumnya adalah AT&T Technologies) untuk Sistem Telekomunikasi Bergerak CDMA yang terdiri dari:

  • Executive Cellular Processor (ECP)
  • 5ESS-2000 Digital Cellular Switch (DCS)
  • IMS/CNI Ring
  • 850 MHz CDMA Minicell Base Transceiver System (BTS).

Materi training disampaikan secara:

  • belajar di kelas
  • computer based training (CBT)
  • hands-on perangkat

1997myNiagara_wpDi sela-sela training, pada akhir pekan kami tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menjelajahi negeri Paman Sam menggunakan mobil sewaan sampai Niagara Falls, NASA Cape Canaveral , dan Daytona Beach. Ke tempat wisata ‘anak-anak’ juga kami sempatkan seperti Walt Disney, Universal Studios, dan Ripley’s Believe It Or Not. Sayangnya pada waktu itu kami kehabisan kesempatan (dan menghemat uang saku :p) untuk bisa ke New York dan Washington DC (kali lain saja; semoga kelak bisa dengan keluarga atau diundang anak-anakku… amiin :))

Sudah ah, share-nya tentang yang beginian; pasti membosankan… Setelah ini saya lanjutkan tayang tentang solusi Rubik’s Cube Tahap #1.

**Ssst… sebenarnya masih ada kelana intelektual #3 CDMA di Korea; mempelajari sistemnya Samsung. Ah, pasti juga membosankan…

22 Agustus 2009 at 08:37 Tinggalkan komentar

Tahapan Solusi Rubik’s Cube

Berdasarkan hasil polling sebelumnya, maka mulai saya share cara menyelesaikan Rubik’s Cube. Seperti sudah diketahui bahwa Rubik’s Cube adalah permainan kubus 3 dimensi dengan 6 sisi warna:

  • PutihRubiksCube-small
  • Kuning
  • Biru
  • Hijau
  • Merah
  • Oranye

Penting untuk mengingat posisi relatif warna sisi-sisi Rubik’s Cube sebelum teracak (kalaupun teracak, perhatikanlah tengah-tengahnya). Apabila Rubik’s Cube digenggam sisi putih di depan dan sisi oranye di atas, maka sisi kanan adalah biru dan sisi kiri adalah hijau. Sedangkan sisi kuning ada di belakang; berseberangan dengan sisi depan putih serta sisi merah ada di bawah; berseberangan dengan sisi atas oranye. Itulah posisi relatif warna sisi-sisi original Rubik’s Cube (3x3x3). Jadi, ada 3 posisi relatif berseberangan:

  • Sisi putih berseberangan dengan sisi kuning
  • Sisi merah berseberangan dengan sisi oranye
  • Sisi biru berseberangan dengan sisi hijau

Metoda yang saya perkenalkan adalah metoda konvensional bertahap (lapis-per-lapis) yang bisa dinalar dan bukan hapalan. Saya ibaratkan layaknya membangun rumah, kita bangun dahulu pondasinya, kemudian tembok dan terakhir atapnya. Sehingga ada 3 tahap utama solusi Rubik’s Cube yang teracak:

  • Tahap #1 :  menyelesaikan satu sisi warna dengan kondisi semua 4 pojok dan semua 4 tepi harus sudah benar pada tempatnya; sisi yang sudah selesai, layaknya pondasi diletakkanlah di sisi bawah [done 3x3x1]
  • Tahap #2 :  membenarkan posisi semua 4 tepi pada lapis kedua/tengah  [done 3x3x2]
  • Tahap #3 :  membenarkan posisi semua 4 pojok atas dan semua 4 tepi atas  [completely done 3x3x3]

Remind bahwa metoda yang saya perkenalkan adalah metoda konvensional yang bisa dinalar; bukan banyak hapalan seperti yang diterapkan pada metoda cepat juara dunia. Toh sebelum beraksi, seorang juara dunia perlu memotret posisi-posisi relatif teracak pojok-pojok dan tepi-tepi, untuk kemudian ditata menggunakan algotitma-algoritma hapalan yang terdiri dari kombinasi putaran-putaran pada 6 ‘poros’ putar (untuk Rubik’s Cube 3x3x3, sebenarnya terdapat 9 ‘poros’ putar tapi bisa jadi 6 saja; 3 putaran ‘poros’ tengah sama dengan putaran relatif ‘poros’ sisi-sisi pinggirnya).

Sebelum jadi se-level juara dunia, perlulah dinikmati permainannya dengan nalar. Langkah konvensional sudah bisa memperlengkapi Anda dengan solusi Rubik’s Cube dalam orde menit (sekitar 3 menit). Dengan terus berlatih metode konvensional, metoda cepat juara dunia (orde detik) bisa lebih mudah dipelajari dan dinalar.

So what?  Sabar… 🙂  Tulisan selanjutnya akan saya ulas mulai Tahap #1 dengan ilustrasi gambar untuk mempermudah pengertian. Sementara nunggu tulisan solusi Rubik Tahap #1 muncul, silakan baca kisah-kisah pengalaman pribadi saya di bawah… Siapa tau bisa menginspirasi Anda…

10 Agustus 2009 at 17:08 12 komentar

Kelana Intelektual #1

Ada yang komplain kenapa training koq jalan-jalan saja? Saya jawab itu dulu jalan-jalannya di akhir pekan koq; tidak mengganggu jadwal training sepekan. Lagipula waktu training di Jerman kami yang lama (13 bulan), akan jadi membosankan apabila hanya dihabiskan di kelas. Padahal selagi di negeri orang dan meskipun hanya di akhir pekan, kenapa kesempatan menjelajah mengenal lebih jauh negeri orang tidak dimanfaatkan. Namun demikian akan saya ceritakan rangkuman kegiatan training kami yang selama 13 bulan di Jerman tersebut (Oktober 1994 s/d Oktober 1995).

Program pelatihan GSM yang kami ikuti dulu itu terselenggara berkat kerjasama Telkom Indonesia dengan pemerintah Jerman melalui CDG dan Deutsche Telekom AG bersama anak perusahaannya DeTeMobil.

Materi pelatihan disampaikan tersebar di lokasi yang berbeda-beda: Saarbruecken, Radolfzell, Dortmund, Bremen, Nuernberg, Bonn, Hannover, Muenster, Stuttgart, Muenchen. Perpindahannya disesuaikan dengan materi pelatihan, ketersediaan tenaga pengajar, dan perangkat telekomunikasi untuk pelatihan. Untuk perencanaan GSM berpusat di Bonn, untuk teknologi GSM berpusat di Nuernberg, sedangkan untuk produksi SIM-Card berpusat di Muenster. Secara garis besar materi pelatihan kami dapat digolongkan sebagai berikut:

  • Pemantapan Bahasa Jerman
  • Materi Pendukung
  • Materi Inti
  • Evaluasi

cert_gsm

Materi Pendukung terdiri dari:

  • Organisasi Deutsche Telekom
  • Teknologi Telekomunikasi
  • Metoda Manajemen

Materi Inti terdiri dari:

  • Dasar GSM
  • Signalling GSM
  • Perencanaan GSM
  • Praktek Perencanaan dan Operasi Teknik
  • SIM-Card
  • Data Post Processing System, Billing & Charging
  • Base Station
  • Marketing (teori & praktek)
  • GSM Siemens (Switching, Radio, O&M)

Ya begitulah trainingnya. Membosankan bukan untuk membacanya? Jadi ketauan bahwa kami tidak enak-enakan dan kegiatan kami dulu bisa dipertanggung-jawabkan. 😉

7 Agustus 2009 at 03:46 1 komentar

Pos-pos Lebih Lama


Calendar

Juni 2017
S S R K J S M
« Mei    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Blog Stats

  • 15,884 hits

Archives

Tulisan Terakhir

Flag Counter since 23-01-10 (before are uncounted)

free counters

my tweets @jokoim